Kimor Rps 4
Alkohol adalah senyawa turunan alkana yang memiliki gugus fungsi -OH. Senyawa eter sendiri adalah senyawa turunan alkana dimana satu atom H pada alkana diganti oleh gugus alkoksi (-OR). Fenol atau asam karbolat atau benzenol adalah zat kristal tak berwarna yang memiliki bau khas.
Temukan saya Fhidila Rizamevia di menit 0:00-5.45
pada bagian ikatan hidrogen dan eter, didapatkan kesimpulan dari penjelasan anda bahwa kelarutan dietil eter hampir sama dengan 1-butanol. nah, kira-kira, apakah yang menjadi pembeda antara keduanya, padahal sama-sama mengikat ke air dan menghasilkan hasil yang hampir sama?
BalasHapuspada materi reaksi epoksida yang disajikan, anda menjelaskan bahwa alkohol, air, amina, dan tiol, dapat bertindak sebagai nukleofil untuk reaksi tersebut. coba anda jelaskan, mekanisme apa yang terjadi sehingga senyawa-senyawa tersebut berperan sebagai nukleofil untuk reaksi epoksida?
BalasHapusReaksi ini sebagai dasar pembentukan perekat epoksi dan produksi glikol. Pada kondisi asam, posisi serangan nukleofil dipengaruhi baik oleh efek sterik dan oleh kestabilan karbokation. Hidrolisis suatu epoksida dalam kehadiran suatu katalis asam menghasilkan suatu glikol. Hidrolisis mensyaratkan adisi nukleofilik air ke epoksida. Dalam kondisi basa, nukleofil menyerang karbon yang kurang tersubstitusi, sesuai dengan pola standar untuk proses SN2.
Hapusberdasarkan yang anda jelaskan, itu merupakan mekanisme nukleofil pada reaksi secara keseluruhan. nah jika alkohol yang menjadi nukleofil, atau saat air menjadi nukleofil, adakah mekanisme kerja yang berbeda diantara kedua senyawa tersebut? apakah pembedanya jika memang terjadi mekanisme berbeda?
HapusPelarut yang biasa dipakai kebanyakan bersifat polar (untuk menstabilisasikan zat selang secara umum) dan protik (untuk melarutkan gugus lepas sama sekali secara khususnya). Pelarut polar protik meliputi air dan alkohol, yang juga mampu berperan sebagai nukleofil.
HapusBisa di simpulkan bahwa alkohol dan air peran sebagai nukleofil ini sama